Wisata
Minggu, 08 Januari 2017 - 20:08:56 | purwanto / Sorot Bantul

Proyek Ratusan Juta di Desa Wisata Srikeminut Imogiri Mangkrak
Proyek Ratusan Juta di Desa Wisata Srikeminut Imogiri MangkrakProyek Ratusan Juta di Desa Wisata Srikeminut Imogiri MangkrakPanggung Terbuka Sono Seneng di Desa Sriharjo Imogiri mangkrak

Imogiri,(sorotbantul.com)--Kondisi panggung terbuka Sono Seneng di Desa Wisata Srikeminut, Padukuhan Kedungmiri, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri tampak tak terurus. Panggung yang dibangun Pemerintah DIY dengan anggaran senilai Rp 400 juta itu tampak kumuh dengan kondisi rumput ilalang yang tumbuh tinggi.

Ketua Karang Taruna Sedya Bhakti Desa Sriharjo Anton, mengatakan, karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap potensi wisata di wilayah mereka, kini panggung terbuka yang didesain dengan bentuk 3/4 lingkaran dengan luas 2.000 meter persegi itu mangkrak. Aset yang diperuntukkan bagi pengembangan Desa Wisata Srikeminut tersebut telah diserahkan ke Pedukuhan Kedungmiri pada 2015 lalu.

“Karang taruna di padukuhan sempat vakum, dan baru pada akhir tahun 2016 lalu kami coba aktifkan kembali. Saat ini kami tengah menyiapkan jalur baru untuk wisata treking melintasi daerah pegunungan di Kedungmiri,” ungkap Anton dihubungi, Minggu (8/1/2017).

Anton menambahkan, sejak resmi diserahkan pengelolaannya kepada warga, panggung terbuka itu baru dua kali digunakan untuk event pariwisata yakni Festival Sewu Kitiran 2015 dan acara pentas seni dari salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta.

Ungkapan senada disampaikan oleh Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Sriharjo, Sismanto Purnommo, yang menyayangkan mangkraknya aset wisata tersebut. Menurutnya, permasalahan yang terjadi dikarenakan tputusnya komunikasi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pengelola panggung terbuka dengan pemerintah desa.

“Pesona alam di sini sudah pasti layak jadi komoditas wisata. Mari kita bersatu untuk mengembangkan kawasan ini, jangan sampai ini disia-siakan,” ujarnya.

Dirinya berharap agar tokoh masyarakat bersama warga dan pengurus Pokdarwis segera duduk bersama mencari jalan keluar. Ia khawatir jika tak segera ditangani, potensi wisata yang cukup menjanjikan itu akan semakin terbengkalai.

Berita Terkait :


HOT NEWS