Pemerintahan
Selasa, 10 Januari 2017 - 04:35:13 | edy-setyawan / Sorot Bantul

Tenaga Honorer Berpeluang Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes
Tenaga Honorer Berpeluang Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes
Space Iklan
Tenaga Honorer DIY menggelar Musda

Banguntapan,(sorotbantul.com)--Tenaga ahli komite nasional revisi Undang-Undang Aparatur Negara Komisi II DPR RI, Iwan Ali Darmawan mengatakan, adanya revisi pada Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) peluang tenaga honorer untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semakin terbuka lebar. 

“Kalau saya sih optimis teman-teman tenaga honorer menjadi PNS,” kata dia, dihubungi, Senin (09/01).

Iwan Ali Darmawan menjelaskan, dalam revisi UU ASN  pada Pasal 131 A menyebutkan bahwa tenaga honoreryang bekerja terus-menerus dan diangkat berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan hingga 15 Januari 2014 wajib diangkat menjadi PNS. Pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS tersebut dilakukan secara langsung.

Menurutnya, tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai non-PNS dan tenaga kontrak dari beberapa dinas dan instansi yang memenuhi persyaratan, berpeluang bakal diangkat menjadi PNS. Bahkan dalam draft revisi tersebut juga mengamanahkan proses pengangkatan menjadi PNS dilakukan tanpa melalui tes.

Selain itu, kesepakatan antara Komisi II dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) pada Oktober 2016 untuk tidak menghentikan moratorium PNS sebelum Honorer Kategori II diselesaikan. Moratorium penerimaan PNS mulai dari tahun 2014 hingga 2016 tersebut sama sekali tidak ada pertumbuhan PNS sehingga peluang tersebut bisa dimanfaatkan tenaga honorer.

“Tiga tahun terakhir kebutuhan PNS sampai ratusan ribu. Belum yang pensiun. Kemenpan dan RB merilis hingga tahun 2020 jumlah PNS yang pensiun mencapai 750 ribu orang,” paparnya.

Iwan menambahkan, 10 fraksi di DPR RI sudah menyepakati draf revisi UU ASN menjadi agenda pembahasan prioritas dari 50 Undang-Undang yang bakal direvisi.

“Revisi UU ASN berada di urutan 23, ini artinya komitmen DPR RI tinggi untuk segera menyelesaikan masalah tenaga honorer,” tandasnya.

Berita Terkait :