Wisata
Rabu, 11 Januari 2017 - 08:15:11 | purwanto / Sorot Bantul

Wacana Penghapusan Retribusi Masuk Wisata Masih Jadi Pro Kontra
Wacana Penghapusan Retribusi Masuk Wisata Masih Jadi Pro KontraWacana Penghapusan Retribusi Masuk Wisata Masih Jadi Pro KontraPengunjung di Pantai Parangtritis (foto by net)

Bantul,(sorotbantul.com)--Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul Setiya, mewacanakan penghapusan retribusi masuk obyek wisata alam di wilayah Bantul. Guna memberikan pemasukan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata, ia mengusulkan penerimaan dari sektor pajak.

Menurutnya, sebagian besar obyek wisata di Bantul merupakan obyek wisata alam dan bukan obyek wisata buatan. Apabila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul masih harus memungut retribusi wisata, ia mendorong Pemkab untuk membangun beberapa obyek wisata buatan.

“Hampir semua obyek wisata di Bantul adalah obyek wisata alam. Jika ingin memungut retribusi, maka pemerintah harus membangun obyek wisata buatan, sedangkan untuk obyek wisata alam sebaiknya dibebaskan dari retribusi,” ungkap Setiya, dihubungi Rabu (11/1/2017).

Setiya mengatakan, Pemkab Bantul harus meningkatkan pendapatan dari sektor wisata dari sejumlah pajak seperti pajak hotel, pajak restoran dan juga serta pajak hiburan.

Terpisah, anggota Komisi B lainnya, Suratman menilai, saat Pemkab Bantul belum siap dengan wacana penghapusan retribusi di obyek wisata tersebut. Kabupaten Bantul menurutnya berbeda dengan Bali, yang kondisi iklim pariwisatanya sudah sangat maju.

“Kita akui kalau di Bali pengunjung gratis masuk wilayah pantai. Tapi kondisi di sana berbeda dengan di sini. Wisatawan di Bantul masih didominasi oleh wisatawan lokal, kalau di Bali kan sebagian besar malah wisatawan mancanegara, sehingga hotel dan restoran juga banyak,” ucap dia.

Dengan kondisi seperti itu penghapusan retribusi masuk obyek wisata dinilai belum memungkinkan dilakukan di Bantul. Pendapatan di sektor pajak juga masih sangat minim karena jumlah hotel dan restoran di Bantul juga masih sangat terbatas, sehingga belum banyak menyokong PAD di sektor pariwisata.

Berita Terkait :


HOT NEWS